SPECIAL DAY’S

Hari ini hari yang sangat berkesan buat aku. Selain aku bisa merayakan hari ulang tahun PAPI ku, aku juga mendapatkan pengalaman yang baru hari ini. Banyak hal telah terjadi hari ini diluar rencana yang telah di persiapkan. Awal mula ketika seusai ibadah, aku beserta para teman pergi untuk berkunjung ke rumah pendeta kami, namun ketika dalam perjalanan hujan pun turun begitu deras, karena kami tidak membawa jas hujan, akhirnya mau tidak mau, kami harus berteduh sejenak di salah satu kedai kopi di daerah kota baru. Pada saat kami menunggu hingga hujan reda, kami banyak melakukan sharring mengenai pengalaman hidup kita masing-masing, terutama mengenai pengalaman hidup kita bersama dengan Tuhan. Wow..tak kusangka ternyata kami berdua hampir mempunyai visi dan misi yang sama. Pengalaman pribadi kami pun hampir tak jauh berbeda. kami benar2 semangat sekali memikirkan action kami kedepannya. Saat itu aku benar2 bersyukur karena Tuhan telah memberikan aku seorang patner untuk aku melakukan pekerjaan-Nya di kota ini. Kami berdua pun sepakat bahwa bukan hal yang kebetulan jikalau saat itu hujan turun sangat deras, dan kami harus berteduh. Mungkin dengan cara seperti itu, Tuhan mau memperkenalkan aku dengan teman ku ini. Aku memanggil nya dengan sebutan bang Ricky. Beliau ini adalah seorang hamba Tuhan yang sedang menjalani study theology dan Tuhan panggil dia untuk melayani di kota Pontianak. Aku melihat hati nya yang rindu agar Pontianak di selamatkan. Obrolan singkat saat itu sangat bermakna bagi ku dan tak terasa ternyata kami sudah berteduh hampir 1 jam lebih. Karena kami sudah di tunggu oleh pemilik rumah, mau tak mau kami harus menerjang hujan yang sudah sedikit agak reda.

Sampai di rumah beliau, kami pun mulai mengadakan acara “ramah tamah” (itu bahasa halusnya, kalau bahasa gaul nya sih “makan2”..hahaha) serambi kami melanjutkan obrolan kami yang sempat terputus di kedai kopi. Sekitar hampir 1 jam aku berada di rumah pendeta ku, dan ketika ingin pamit pulang, eh hujan itupun ternyata malah tambah deras, hingga membuat aku stay cukup lama di rumah beliau. Namun sekali lagi, bukan hal yang kebetulan jikalau hujan itu tak kunjung reda, karena serambi aku menunggu hujan reda, kami kedatangan tamu dari negri sebrang. Ada sekitar 10 orang saat itu, namun aku hanya sempat ngobrol banyak dengan 2 orang yang bernama Marco dan Shannon. Marco adalah pemuda asli Aussie yang tinggal di kota Brisbane, dan Shannon adalah pemudi asli USA yang belajar di Aussie. Meskipun tak lama aku berbincang dengan mereka (ya sekitar hampir 2 jam), namun kami sudah merasa dekat satu sama lain. Awalnya aku menawarkan kepada mereka makanan khas Negara kita, yaitu “Bakso” dan “Emping”..haha.. mereka pun ternyata sangat suka dengan bakso dan emping, bagi mereka bakso dan emping itu makanan yang enak buanget..aku pun hanya ketawa mendengar respon mereka..haha..karena mungkin bagi kita, sudah sangat bosan makan bakso. Dengan 2 jam yang ada itu, kami banyak bercerita mengenai kehidupan kita masing2, serta memperkenalkan mengenai kebudayaan Negara kami masing2. Mereka berdua baru pertama kali datang ke Indonesia, dan respon mereka terhadap Negara kita sangat bagus. Mereka mengatakan sangat nyaman berada di Negara kita, jujur waktu aku mendengar kesan2 mereka tentang Negara ini, aku pun hanya bisa sedikit tersenyum dan dalam hati berkata “belum tau aja lu”..hahaha..tapi senang rasanya ada orang luar yang mempunyai kesan baik terhadap Negara kita, meskipun entah itu keluar dari dalam hati atau hanya basa-basi belaka..hahaha

Selain sharring mengenai Negara kita masing2, kami juga banyak sharring mengenai kehidupan pribadi kita dengan Tuhan. Dan satu hal yang aku salut dengan mereka, meskipun mereka masih muda, namun mereka mempunyai semangat yang luar biasa untuk belajar mengenai alkitab. Oh iya, perlu di info kan bahwa umur mereka baru 20 tahun lo, meskipun awalnya aku mengira kalau umur mereka sudah 30 tahunan..karena wajah mereka yang tampak “dewasa”..wkwkwk…tapi dengan umur mereka yang masih muda itu, mereka rela untuk meninggalkan zona nyaman mereka demi melaksanakan panggilan yang telah Tuhan berikan dalam hidup mereka, yaitu panggilan untuk menjangkau jiwa-jiwa di daerah pedalaman, semangat itulah yang aku ingin belajar dari mereka. Mereka terlihat sangat menikmati sekali panggilan tersebut, tak ada unsur paksaan di dalamnya, meskipun ketika aku tanya ; apakah mereka rindu dengan keluarga mereka? Dan gak munafik mereka pun menjawab “YA”..hmm..i know..mungkin aku bisa merasakan apa yang mereka rasakan, karena saat inipun aku juga merasakannya. Tapi itu semua tak membuat mereka terus melangkah ke depan. Aku bersyukur bisa mengenal mereka, dan  mereka berharap suatu saat nanti aku bisa datang ke Negara mereka, dan dengan cepat pun aku langsung menjawab “OF COURSE”..asal Tuhan mengijinkan aja..hahaha

Waktu pun saat itu berjalan sangat cepat, tak terasa 2 jam lebih telah berlalu, dan akhirnya kami pun harus berpisah. Meskipun baru mengenal sebentar, namun sedih juga rasa nya harus berpisah dengan mereka. Ya seperti ungkapan klasik “dimana ada pertemuan disitu pasti ada pespisahan”..i know that, karena aku sudah sering sekali mengalaminya.

Satu hal yang mau aku sampaikan ke mereka (semoga mereka baca dan ngerti arti nya..hahaha)

Thx Marco and Shannon Baxter
you are a nice friends
thx for sharring today
i salute for your spirit
always keep your spirit guys

i hope, i can see u next time
God bless us

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s