“Christmas oh Christmas”

Merry Christmas

           Hari pun berlalu begitu cepat. Kini kesibukan pun telah melekat di diri ku, seakan tak terima jikalau aku menikmati hari-hari ku dengan sedikit santai. Ketika aku mengambil waktu sejenak untuk merenung, terkadang aku sangat merindukan waktu dulu. Waktu dimana aku masih bisa berkumpul dengan para sahabat ku, waktu untuk aku berkarya melalui serangkaian nada, waktu dimana aku bisa memuaskan diri ku melalui olahraga, waktu untuk aku share dan berbagi dengan orang lain, dll. Namun saat2 itu masih belum aku dapatkan disini. Mungkin karena aku masih baru di kota ini.

           Satu hal yang aku sadari, ternyata dunia baru ini memang sangat berbeda dengan dunia yang pernah aku jalani sebelumnya. Tanggung jawab yang aku pegang pun sekarang jelas lebih besar dari pada sebelumnya. Mungkin fisik ingin berteriak untuk mengatakan “aku capeeeek, aku lelaaah”, namun pikiran dan hati masih terus bersabar serambi mengatakan kepada fisik “sabar yah, itulah dunia profesionalisme”. Mau gak mau aku harus menjalani hari-hari ke depan ini dengan senyaman mungkin. Satu hal yang bisa membuat aku terus bertahan dan menikmati ini semua adalah rasa syukur yang tiada ternilai yang telah aku dapatkan. Tak semua orang bisa mendapatkan apa yang aku dapatkan sekarang ini, aku termasuk orang yang beruntung. Tuhan telah mempercayakan hal yang besar pada ku, untuk itu aku gak akan menyia-nyiakan anugerah yang telah Tuhan berikan ini. aku mau membuktikan bahwa aku adalah orang yang bisa dipercaya. Karena ini adalah salah satu bentuk rasa syukur ku kepada-Nya.

Banyak hal yang aku kuatirkan kini terjadi dan aku alami, komitmen-komitmen ku dulu serasa sulit untuk di jalankan karena terbatasnya fisik dan waktu. Bagaimana ini?? Aku pun saat ini masih bingung untuk menjawabnya. Yang terbesit di pikiran ku hanya satu “sampai kapan akan terus begini?”. “Apakah hanya sementara saja, atau akan seterusnya begini?”. Inilah yang menjadi pergumulan ku saat ini.

Ingat betul rasanya setahun yang lalu, ketika mau menjelang natal seperti ini, pasti aku sudah sibuk untuk mempersiapkan pesta besar bagi sang Maha Raja. Antusias rasanya merayakan hari special itu, namun apa yang aku rasakan dan alami sekarang sangat jauh berbeda. Saat ini aku harus merayakan natal di kota yang baru , merayakan natal dengan orang2 yang baru, dan untuk pertama kalinya aku harus merayakan natal tanpa keluarga ku. Jujur agak sedikit sedih sih, apalagi tadi ketika aku mendatangi ibadah perayaan natal di salah satu greja, aku melihat banyak keluarga yang kumpul, mereka tampak sangat bahagia, dan aku hanya bisa melihat itu..hehe..ketika aku melihat team musiknya, aku lantas berfikir “kapan ya aku bisa memainkan alat musik lagi buat Tuhan??”

Mungkin secara celebration, nuansa natal kurang aku rasakan di tempat ini, namun meskipun demikian, aku sadar betul bahwa natal bukan hanya sekedar perayaan, jauh lebih dari itu, bagi ku natal adalah moment yang paling tepat untuk aku merenung dan menginstropeksi diri. Apakah sejauh ini aku sudah benar2 bisa menghargai kelahiran sang Juru Selamat ku?? Atau malah sebaliknya, aku malah menyia-nyiakan pengorbanan-Nya yang mulia?? Kado special apa yang telah aku persiapkan kepada sang Raja di hari ulag tahun-Nya?? Atau malah aku yang terus menuntut kado dari-Nya?? Menurut ku ini adalah salah satu hal yang justru paling penting untuk aku renungkan, dari pada sekedar perayaan yang hanya berlangsung beberapa saat dan lantas akan kita lupakan begitu saja. Kenapa aku mengatakan demikian? Karena itulah faktanya. Banyak dari teman2 ku yang sudah lupa dengan perayaan natal 5 tahun yang lalu, bahkan 3 tahun yang lalu pun mereka sudah lupa. Ya..perayaan itu hanya sementara dan tak akan abadi, namun ada satu hal yang sifatnya abadi yaitu adalah keselamatan. Moment natal ini seharusnya menjadi perenungan untuk kita semua, apakah kita sudah benar2 di selamatkan?? Atau selama ini kita hanya merasa Ge’er karena sudah diselamatkan???

Saat ini natal identik dengan kado, natal identik dengan pesta, dan yang lebih parahnya lagi natal identik dengan Santa Clauss yang tidak pernah berbuat apa2 untuk hidup kita. Pertanyaannya. “Dimana Yesus??”. Banyak orang yang telah melupakan-Nya. Mereka lupa akan tujuan sang Raja datang ke dunia ini. DIA yang mulia, DIA yang agung, DIA yang kudus rela datang ke dunia yang hina ini hanya untuk 1 tujuan yaitu untuk menyelamatkan hidup kita dari dosa. DIA yang seharusnya tak layak sedikitpun untuk ada di dunia ini, namun bersedia untuk menerima caci maki, hinaan dan hal2 yang tak pantas lainnya dari mereka2 yang tak percaya kepada-Nya. Namun sekarang apa yang DIA dapatkan, banyak diantara kita yang telah melupakan-Nya. Ironis banget rasanya melihat kondisi seperti ini.

Aku bisa nulis seperti ini bukan berarti hidup ku sudah 100% benar..NO!! Aku masih banyak banget kekurangan, saat inipun aku masih terus belajar untuk memahami arti “natal” yang sesungguhnya. Karena mungkin pemahaman natal yang aku dapatkan sekarang masih sangat dangkal. Aku yakin pasti ada makna yang jauh lebih dalam dari yang aku pamahi saat ini. Makna natal seperti yang Paulus rasakan, makna natal seperti yang Yohanes rasakan, dan makna natal seperti yang bapak2 Rohani rasakan. “So beautifull“ jika aku bisa merasakan hal yang serupa. Karena suatu saat nanti, apabila waktu itu telah tiba, DIA akan kembali datang ke dunia ini, bukan dengan sesosok bayi kecil yang tak berdaya seperti dulu, namun suatu saat nanti DIA akan datang sebagai Raja diatas segala Raja. Raja yang berdaulat penuh, Raja yang mulia dan tak satu pun dari kita yang mampu melihat cahaya kemuliaan-Nya. Semua lutut akan gemetar bertekut lutut dihadapan-Nya, dan semua lidah kan mengakui bahwa benar hanya DIA lah sang Juru Selamat. Berbahagialah kita yang saat ini telah mengenal-Nya, namun hal itu belum lengkap tanpa DIA juga mengenal kita.

Untuk itu mari para sahabat2 ku, jangan sia-sia kan moment natal ini dengan hanya sekedar perayaan dan pesta belaka, namun jadikanlah moment natal sebagai waktu untuk menginstropeksi diri kita masing-masing. Semoga moment natal tahun ini bisa menjadi moment natal yang paling terindah dalam hidup kita semua. Amin

SALAM PEMENANG!

God bless us

Iklan

7 responses to ““Christmas oh Christmas”

  1. mungkin dulu, saat menjelang natal kita bisa melakukan beratus-ratus hal, dan kini kita cuma melakukan beberapa hal saat menjelang natal, tapi lakukan yang terbaik untuk beberapa hal tersebut maka bisa jadi sesuatu yang luar biasa..
    🙂

    • hai fani..
      yupz, bener banget..aku setuju itu..
      lakukan lah hal2 kecil yang Tuhan percayakan dalam hidup kita
      maka suatu saat, hal kecil tersebut bisa menjadi hal yang besar buat hidup kita ^^

      thx yah buat commentnya

      salam pemenang!

      God bless us

  2. wow..bener2 menginspirasi..
    bener banget ko..
    natal bukan sekedar perayaan, pesta pora, n senang2 aja..
    tp yg paling penting dr semuanya itu
    sudahkah Yesus lahir di hati kita masing2?
    semoga natal tahun ini membawa kedamaian di hati kita semua, AMIN

    • hai Novia..
      syukur deh kalau tulisan yang sederhana ini bnr2 bisa jadi inspirasi buat kamu, seneng mendengarnya
      yang jelas ini jadi bahan perenungan untuk kita semua, termasuk juga untuk aku
      sehingga, suatu saat nanti kita benar2 bisa memaknai natal yang sesungguhnya
      tentunya sebelum kedatangan Tuhan yag kedua kali..hehe
      sekali lagi..selamat natal yah..
      semoga moment natal ini gak lantas berlalu begitu saja, tapi bisa terus ada dalam hati kita ^^

      salam pemenang ya!

      God bless us

    • hai Novia..
      syukur deh kalau tulisan yang sederhana ini bnr2 bisa jadi inspirasi buat kamu, seneng mendengarnya
      yang jelas ini jadi bahan perenungan untuk kita semua, termasuk juga untuk aku
      sehingga, suatu saat nanti kita benar2 bisa memaknai natal yang sesungguhnya
      tentunya sebelum kedatangan Tuhan yag kedua kali..hehe
      sekali lagi..selamat natal yah..
      semoga moment natal ini gak lantas berlalu begitu saja, tapi bisa terus ada dalam hati kita ^^

      salam pemenang ya!

  3. Mantabs, yordan… Welcome to the jungle. Tp aku krg setuju dg pdapatmu yg mngatakan bahwa kehidupan dunia krj hrs melepaskan hobi. Krn aku ga bgitu, bahkan aku punya waktu bny untuk bergumul dgNya…

    • hobi dengan hubungan kita dengan Nya itu sesuatu yg berbeda lo ko..
      klo hubungan pribadi dgn Tuhan gak ada masalah kok sejauh ini, bahkan bisa di katakan bsa lebih baik
      tapi hobi yg aku maksud disini tu kegiatan2 yg dulu aku lakukan sewaktu di jogja, olahraga, photography, bermusik, dll
      karena dulu mgkn aku bsa di bilang orang yg sedikit hyperaktif..hahaha
      tpi mgkn itu semua akan berkurang, ketika aku udah mulai kerja
      gak hilang sama sekali, tpi pasti akan berkurang, aku sadar itu.
      karena mungkin sistem jam kerja disini agak sedikit berbeda dgn sistem kerja di sana
      aku juga gak tau mengenai hal itu..
      tapi bagi ku sih gak masalah, aku ttp bersyukur kok dgn apapun yg terjadi
      karena semua yg Tuhan ijinkan terjadi itu baik ada nya..ya kan? ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s