FACING THE GIANT part 1

Hay guys..apa kabar kalian hari ini?? luar biasa kan?? ato luar binasa?? jangan sampe lah ya..hahaha..

kali ini aku pengen ngasi info nih buat kalian2 yang hobinya nonton..dari pada gak dapet tiket harpot ato transformer 3 yang baru gila2an antri nya..ckckck..ato yang uda nonton tapi ketinggalan 20 menit awal (sebenernya sih itu critanya cc ku waktu mau nonton harpot..wkwkwk..sori ya ce..peace ^^V). mending sambil nunggu dapet tiket, aku punya rekomendasi film bagus nih buat kalian..film yang penuh dengan makna..judulnya seperti yang uda aku tulisin di atas.

FACING THE GIANT…yah…ini film bener2 berkesan dan bermakna banget buat aku, bisa dibilang ini film banyak banget ngerubah paradigma tujuan hidup aku..banyak banget pesan dan makna yang di sampein film ini..yaaa..mungkin ada mereka yang bilang “ini kan hanya sebuah film yang bisa direkayasa??”…oke aku setuju dengan argumen itu, tapi aku juga percaya kalau film ini bisa dibuat, kalau film ini bisa sampe di tangan aku, dan di tangan kalian semua, ini bukan suatu hal yang kebetulan lo..aku percaya Tuhan mau ngomong sesuatu ma kita semua lewat film ini..ya kan??

kalian tau gak gimana aku bisa tau dan akhirnya nonton film ini??

gini critanya…

aku gak pernah sama sekali ngerencanain buat nonton ini film (denger aja belon pernah..hahaha). Film ini aku tonton waktu gereja ku sedang ngadain acara penggalangan dana yang rencananya akan kami sumbangkan ke panti asuhan Panti Asih..dan rencana pemutaran film ini pun direncanakan secara mendadak banget loh..so kami dengan cepat memilih film yang akan kami putar dalam acara penggalangan dana tersebut, namun setelah aku melihat film ini, satu hal yang aku percaya dan aku imanin..bahwa ketika film ini dibuat bahkan saat film ini sampai ke aku..itu bukan suatu hal yang kebetulan..tapi aku yakin banget Tuhan punya suatu rencana buat hidup aku..Tuhan mau ngomong ma aku lewat film ini..dan aku harus belajar banyak banyak dari film ini..itu crita ku, mana crita mu?? (hahaha..kaya iklan Ind…..tiiiit…sensor) jadi gak ada salahnya deh kalau kalian ngeluangin sedikit waktu buat nonton ni film, aku brani jamin gak akan rugi kok..hehehe oke deh, biar gak tambah penasaran..ini aku bagiin sinopsis singkat dari film ini, kalau kalian kurang puas, bisa langsung nonton sendiri filmnya..biar lebih jelas dan mantaaaaps…hehehe.. cekedotz gan…^^

Film FACING THE GIANT   bercerita tentang pengalaman seorang pelatih football sebuah SMU (High School). Selama 6 tahun melatih tim football-nya, tim asuhannya selalu gagal, belum sekalipun berhasil menjuarai pertandingan apapun. Kegagalan yang dialaminya makin disempurnakan oleh kenyataan yang dihadapinya dalam kehidupannya. Dia telah menikah beberapa tahun, namun belum bisa memiliki rumah yang layak, mobil yang layak bagi dia dan istrinya, serta tidak bisa memberikan keturunan bagi istrinya karena didiagnosa tidak subur oleh dokter. Istrinya sangat menginginkan kehadiran bayi dalam pernikahan mereka. Berkali-kali istrinya melakukan chek-up kehamilan ke Rumah sakit, namun hasilnya selalu “negatif” dan mengecewakan. Para perawat di Rumah sakit yang sudah sangat mengenal istrinya sampai meledek istrinya itu karena obsesinya untuk segera memiliki anak. Bukan sampai di situ saja, suatu ketika dia harus mendengar dengan telinganya sendiri pembicaraan para pengurus Yayasan di sekolah tempatnya bekerja, bahwa dirinya akan diberhentikan sebagai pelatih karena dianggap selalu gagal….. Sang Pelatih menjadi sangat kecewa, frustrasi…. Hubungan dan komunikasinya dengan sang istri juga memburuk. Dia kemudian menghukum dan mempersalahkan dirinya sendiri atas semua kegagalan beruntun yang dihadapinya dalam hidupnya. Memang, sungguh sangat berat situasi yang dialami oleh pelatih football ini. Meski sebenarnya dia telah berjuang dan berusaha sebaik-baiknya dengan segala kemampuannya untuk melatih Timnya, namun hasilnya masih selalu jauh dari yang diharapkan bahkan lebih sering sangat mengecewakan hatinya…

Dalam rasa frustrasi yang dalam dia mengurung diri di rumah dan menghabiskan waktu dari hari-harinya dengan membaca dan membaca. Sering dia bahkan tidak bisa tidur atau terbangun tengah malam dan mulai membaca…., Sampai akhirnya tertidur kelelahan. Buku yang dibacanya adalah HOLY BIBLE. Dari pembacaan Alkitab dia mengingat Tuhan, Allah yang ajaib, Gembala yang baik yang berkuasa…. Dia kemudian menemukan bahwa tujuan utama dalam hidup bukanlah target atau hasil yang bisa dicapai, tetapi bagaimana melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya – sebagai Ibadah kepada Tuhan. Paradigma dan pandangan hidupnya berubah drastis, bukan lagi ‘target oriented’ melainkan menjadi ‘process oriented’. Hari-harinya berubah. Dia menjadi lebih banyak berdoa dan berseru kepadaNYA. Dia menyerahkan segenap masalah dan pergumulannya dan mempertaruhkan hidupnya kepada Tuhan. Dan dengan Paradigma yang baru dia meminta agar pihak sekolah memberinya sekali lagi kesempatan melatih Tim. Pada awalnya pihak sekolah keberatan, namun akhirnya diputuskan untuk memberikan kesempatan terakhir. Dan dengan paradigma yang baru pula sang pelatih melakukan pendekatan kepada tim asuhannya. Dia menjelaskan bahwa untuk segala hal yang utama bukan hasil, melainkan bagaimana cara yang dilakukan. Pada awalnya anggota Tim kebingungan, namun akhirnya mereka menikmati suasana latihan yang selalu diawali dengan doa.  Mereka berlatih untuk menghadapi “TIM GIANT” yang sesuai dengan namanya terdiri dari orang yang besar-besar. Tim ini terkenal sangat tangguh dan sangat jarang terkalahkan. Melihat kesenjangan yang ada anggota Tim agak kecut. Tim football SMU ini melihat TIM GIANT – saingannya sebagai sesuatu yang menakutkan. Namun sang pelatih membangkitkan rasa percaya diri timnya dengan semboyan: “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” (Kolose 3:23). Dengan prinsip inilah pada akhirnya Tim football sekolah berhasil mengalahkan Tim Giant, walau dengan pertandingan yang alot dan perjuangan yang keras. Salah seorang anggota Tim adalah putra pemimpin Yayasan Sekolah. Hubungannya dengan ayahnya sudah sejak lama tidak harmonis. Sang pelatih berhasil membantu memulihkan hubungan ayah-anak itu menjadi sangat harmonis – tentunya dengan paradigma yang berbeda – berdasarkan Firman Tuhan. Sebagai gantinya, dengan diam-diam pemimpin Yayasan Sekolah itu mengganti Mobil butut sang pelatih dengan mobil baru. Sementara itu istri sang pelatih yang untuk kesekian kalinya melakukan Chek-up kehamilan harus kecewa karena hasil test menyatakan dirinya belum hamil juga. Tepat di hari kemenangan Tim yang untuk pertema kalinya dalam kurun waktu 6 tahun berhasil menjadi juara menerima konfirmasi dari pihak Rumah sakit bahwa hasil “negatif” test kehamilan yang diterimanya sebagai sebuah kesalahan karena tertukar dengan pasien lain. Ketabahan istri dan kedekatan sang pelatih kepada Tuhan mengubah jalan hidupnya. Kisah hidup pasangan dalam film berakhir bahagia: karirnya sebagai pelatih akhirnya berhasil, mereka memiliki mobil yang bagus, rumah yang layak dan akan segera menimang anak yang sangat didambakan.

nah itu dulu yah yang bisa aku bagiin saat ini..ntar yang part 2 nya aku akan sharring tentang apa aja sih pesan2 yang aku dapet dari film ini..tapi sebelumnya kalian nonton dulu yah..abis itu baru kita sharring..okokok??

selamat nonton ya,,

o iya, ada yang kelupaan..bagi kalian yang mempunyai sisi melankolis yang tinggi, aku anjurin buat nyiapin tissue deh, biar kalau mewek gak bececeran air matanya..hahaha..

Salam pemenang!

God bless us always ^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s