SPECIAL DAY’S

Hari ini hari yang sangat berkesan buat aku. Selain aku bisa merayakan hari ulang tahun PAPI ku, aku juga mendapatkan pengalaman yang baru hari ini. Banyak hal telah terjadi hari ini diluar rencana yang telah di persiapkan. Awal mula ketika seusai ibadah, aku beserta para teman pergi untuk berkunjung ke rumah pendeta kami, namun ketika dalam perjalanan hujan pun turun begitu deras, karena kami tidak membawa jas hujan, akhirnya mau tidak mau, kami harus berteduh sejenak di salah satu kedai kopi di daerah kota baru. Pada saat kami menunggu hingga hujan reda, kami banyak melakukan sharring mengenai pengalaman hidup kita masing-masing, terutama mengenai pengalaman hidup kita bersama dengan Tuhan. Wow..tak kusangka ternyata kami berdua hampir mempunyai visi dan misi yang sama. Pengalaman pribadi kami pun hampir tak jauh berbeda. kami benar2 semangat sekali memikirkan action kami kedepannya. Saat itu aku benar2 bersyukur karena Tuhan telah memberikan aku seorang patner untuk aku melakukan pekerjaan-Nya di kota ini. Kami berdua pun sepakat bahwa bukan hal yang kebetulan jikalau saat itu hujan turun sangat deras, dan kami harus berteduh. Mungkin dengan cara seperti itu, Tuhan mau memperkenalkan aku dengan teman ku ini. Aku memanggil nya dengan sebutan bang Ricky. Beliau ini adalah seorang hamba Tuhan yang sedang menjalani study theology dan Tuhan panggil dia untuk melayani di kota Pontianak. Aku melihat hati nya yang rindu agar Pontianak di selamatkan. Obrolan singkat saat itu sangat bermakna bagi ku dan tak terasa ternyata kami sudah berteduh hampir 1 jam lebih. Karena kami sudah di tunggu oleh pemilik rumah, mau tak mau kami harus menerjang hujan yang sudah sedikit agak reda.

Sampai di rumah beliau, kami pun mulai mengadakan acara “ramah tamah” (itu bahasa halusnya, kalau bahasa gaul nya sih “makan2”..hahaha) serambi kami melanjutkan obrolan kami yang sempat terputus di kedai kopi. Sekitar hampir 1 jam aku berada di rumah pendeta ku, dan ketika ingin pamit pulang, eh hujan itupun ternyata malah tambah deras, hingga membuat aku stay cukup lama di rumah beliau. Namun sekali lagi, bukan hal yang kebetulan jikalau hujan itu tak kunjung reda, karena serambi aku menunggu hujan reda, kami kedatangan tamu dari negri sebrang. Ada sekitar 10 orang saat itu, namun aku hanya sempat ngobrol banyak dengan 2 orang yang bernama Marco dan Shannon. Marco adalah pemuda asli Aussie yang tinggal di kota Brisbane, dan Shannon adalah pemudi asli USA yang belajar di Aussie. Meskipun tak lama aku berbincang dengan mereka (ya sekitar hampir 2 jam), namun kami sudah merasa dekat satu sama lain. Awalnya aku menawarkan kepada mereka makanan khas Negara kita, yaitu “Bakso” dan “Emping”..haha.. mereka pun ternyata sangat suka dengan bakso dan emping, bagi mereka bakso dan emping itu makanan yang enak buanget..aku pun hanya ketawa mendengar respon mereka..haha..karena mungkin bagi kita, sudah sangat bosan makan bakso. Dengan 2 jam yang ada itu, kami banyak bercerita mengenai kehidupan kita masing2, serta memperkenalkan mengenai kebudayaan Negara kami masing2. Mereka berdua baru pertama kali datang ke Indonesia, dan respon mereka terhadap Negara kita sangat bagus. Mereka mengatakan sangat nyaman berada di Negara kita, jujur waktu aku mendengar kesan2 mereka tentang Negara ini, aku pun hanya bisa sedikit tersenyum dan dalam hati berkata “belum tau aja lu”..hahaha..tapi senang rasanya ada orang luar yang mempunyai kesan baik terhadap Negara kita, meskipun entah itu keluar dari dalam hati atau hanya basa-basi belaka..hahaha

Selain sharring mengenai Negara kita masing2, kami juga banyak sharring mengenai kehidupan pribadi kita dengan Tuhan. Dan satu hal yang aku salut dengan mereka, meskipun mereka masih muda, namun mereka mempunyai semangat yang luar biasa untuk belajar mengenai alkitab. Oh iya, perlu di info kan bahwa umur mereka baru 20 tahun lo, meskipun awalnya aku mengira kalau umur mereka sudah 30 tahunan..karena wajah mereka yang tampak “dewasa”..wkwkwk…tapi dengan umur mereka yang masih muda itu, mereka rela untuk meninggalkan zona nyaman mereka demi melaksanakan panggilan yang telah Tuhan berikan dalam hidup mereka, yaitu panggilan untuk menjangkau jiwa-jiwa di daerah pedalaman, semangat itulah yang aku ingin belajar dari mereka. Mereka terlihat sangat menikmati sekali panggilan tersebut, tak ada unsur paksaan di dalamnya, meskipun ketika aku tanya ; apakah mereka rindu dengan keluarga mereka? Dan gak munafik mereka pun menjawab “YA”..hmm..i know..mungkin aku bisa merasakan apa yang mereka rasakan, karena saat inipun aku juga merasakannya. Tapi itu semua tak membuat mereka terus melangkah ke depan. Aku bersyukur bisa mengenal mereka, dan  mereka berharap suatu saat nanti aku bisa datang ke Negara mereka, dan dengan cepat pun aku langsung menjawab “OF COURSE”..asal Tuhan mengijinkan aja..hahaha

Waktu pun saat itu berjalan sangat cepat, tak terasa 2 jam lebih telah berlalu, dan akhirnya kami pun harus berpisah. Meskipun baru mengenal sebentar, namun sedih juga rasa nya harus berpisah dengan mereka. Ya seperti ungkapan klasik “dimana ada pertemuan disitu pasti ada pespisahan”..i know that, karena aku sudah sering sekali mengalaminya.

Satu hal yang mau aku sampaikan ke mereka (semoga mereka baca dan ngerti arti nya..hahaha)

Thx Marco and Shannon Baxter
you are a nice friends
thx for sharring today
i salute for your spirit
always keep your spirit guys

i hope, i can see u next time
God bless us

 

“Christmas oh Christmas”

Merry Christmas

           Hari pun berlalu begitu cepat. Kini kesibukan pun telah melekat di diri ku, seakan tak terima jikalau aku menikmati hari-hari ku dengan sedikit santai. Ketika aku mengambil waktu sejenak untuk merenung, terkadang aku sangat merindukan waktu dulu. Waktu dimana aku masih bisa berkumpul dengan para sahabat ku, waktu untuk aku berkarya melalui serangkaian nada, waktu dimana aku bisa memuaskan diri ku melalui olahraga, waktu untuk aku share dan berbagi dengan orang lain, dll. Namun saat2 itu masih belum aku dapatkan disini. Mungkin karena aku masih baru di kota ini.

           Satu hal yang aku sadari, ternyata dunia baru ini memang sangat berbeda dengan dunia yang pernah aku jalani sebelumnya. Tanggung jawab yang aku pegang pun sekarang jelas lebih besar dari pada sebelumnya. Mungkin fisik ingin berteriak untuk mengatakan “aku capeeeek, aku lelaaah”, namun pikiran dan hati masih terus bersabar serambi mengatakan kepada fisik “sabar yah, itulah dunia profesionalisme”. Mau gak mau aku harus menjalani hari-hari ke depan ini dengan senyaman mungkin. Satu hal yang bisa membuat aku terus bertahan dan menikmati ini semua adalah rasa syukur yang tiada ternilai yang telah aku dapatkan. Tak semua orang bisa mendapatkan apa yang aku dapatkan sekarang ini, aku termasuk orang yang beruntung. Tuhan telah mempercayakan hal yang besar pada ku, untuk itu aku gak akan menyia-nyiakan anugerah yang telah Tuhan berikan ini. aku mau membuktikan bahwa aku adalah orang yang bisa dipercaya. Karena ini adalah salah satu bentuk rasa syukur ku kepada-Nya.

Banyak hal yang aku kuatirkan kini terjadi dan aku alami, komitmen-komitmen ku dulu serasa sulit untuk di jalankan karena terbatasnya fisik dan waktu. Bagaimana ini?? Aku pun saat ini masih bingung untuk menjawabnya. Yang terbesit di pikiran ku hanya satu “sampai kapan akan terus begini?”. “Apakah hanya sementara saja, atau akan seterusnya begini?”. Inilah yang menjadi pergumulan ku saat ini.

Ingat betul rasanya setahun yang lalu, ketika mau menjelang natal seperti ini, pasti aku sudah sibuk untuk mempersiapkan pesta besar bagi sang Maha Raja. Antusias rasanya merayakan hari special itu, namun apa yang aku rasakan dan alami sekarang sangat jauh berbeda. Saat ini aku harus merayakan natal di kota yang baru , merayakan natal dengan orang2 yang baru, dan untuk pertama kalinya aku harus merayakan natal tanpa keluarga ku. Jujur agak sedikit sedih sih, apalagi tadi ketika aku mendatangi ibadah perayaan natal di salah satu greja, aku melihat banyak keluarga yang kumpul, mereka tampak sangat bahagia, dan aku hanya bisa melihat itu..hehe..ketika aku melihat team musiknya, aku lantas berfikir “kapan ya aku bisa memainkan alat musik lagi buat Tuhan??”

Mungkin secara celebration, nuansa natal kurang aku rasakan di tempat ini, namun meskipun demikian, aku sadar betul bahwa natal bukan hanya sekedar perayaan, jauh lebih dari itu, bagi ku natal adalah moment yang paling tepat untuk aku merenung dan menginstropeksi diri. Apakah sejauh ini aku sudah benar2 bisa menghargai kelahiran sang Juru Selamat ku?? Atau malah sebaliknya, aku malah menyia-nyiakan pengorbanan-Nya yang mulia?? Kado special apa yang telah aku persiapkan kepada sang Raja di hari ulag tahun-Nya?? Atau malah aku yang terus menuntut kado dari-Nya?? Menurut ku ini adalah salah satu hal yang justru paling penting untuk aku renungkan, dari pada sekedar perayaan yang hanya berlangsung beberapa saat dan lantas akan kita lupakan begitu saja. Kenapa aku mengatakan demikian? Karena itulah faktanya. Banyak dari teman2 ku yang sudah lupa dengan perayaan natal 5 tahun yang lalu, bahkan 3 tahun yang lalu pun mereka sudah lupa. Ya..perayaan itu hanya sementara dan tak akan abadi, namun ada satu hal yang sifatnya abadi yaitu adalah keselamatan. Moment natal ini seharusnya menjadi perenungan untuk kita semua, apakah kita sudah benar2 di selamatkan?? Atau selama ini kita hanya merasa Ge’er karena sudah diselamatkan???

Saat ini natal identik dengan kado, natal identik dengan pesta, dan yang lebih parahnya lagi natal identik dengan Santa Clauss yang tidak pernah berbuat apa2 untuk hidup kita. Pertanyaannya. “Dimana Yesus??”. Banyak orang yang telah melupakan-Nya. Mereka lupa akan tujuan sang Raja datang ke dunia ini. DIA yang mulia, DIA yang agung, DIA yang kudus rela datang ke dunia yang hina ini hanya untuk 1 tujuan yaitu untuk menyelamatkan hidup kita dari dosa. DIA yang seharusnya tak layak sedikitpun untuk ada di dunia ini, namun bersedia untuk menerima caci maki, hinaan dan hal2 yang tak pantas lainnya dari mereka2 yang tak percaya kepada-Nya. Namun sekarang apa yang DIA dapatkan, banyak diantara kita yang telah melupakan-Nya. Ironis banget rasanya melihat kondisi seperti ini.

Aku bisa nulis seperti ini bukan berarti hidup ku sudah 100% benar..NO!! Aku masih banyak banget kekurangan, saat inipun aku masih terus belajar untuk memahami arti “natal” yang sesungguhnya. Karena mungkin pemahaman natal yang aku dapatkan sekarang masih sangat dangkal. Aku yakin pasti ada makna yang jauh lebih dalam dari yang aku pamahi saat ini. Makna natal seperti yang Paulus rasakan, makna natal seperti yang Yohanes rasakan, dan makna natal seperti yang bapak2 Rohani rasakan. “So beautifull“ jika aku bisa merasakan hal yang serupa. Karena suatu saat nanti, apabila waktu itu telah tiba, DIA akan kembali datang ke dunia ini, bukan dengan sesosok bayi kecil yang tak berdaya seperti dulu, namun suatu saat nanti DIA akan datang sebagai Raja diatas segala Raja. Raja yang berdaulat penuh, Raja yang mulia dan tak satu pun dari kita yang mampu melihat cahaya kemuliaan-Nya. Semua lutut akan gemetar bertekut lutut dihadapan-Nya, dan semua lidah kan mengakui bahwa benar hanya DIA lah sang Juru Selamat. Berbahagialah kita yang saat ini telah mengenal-Nya, namun hal itu belum lengkap tanpa DIA juga mengenal kita.

Untuk itu mari para sahabat2 ku, jangan sia-sia kan moment natal ini dengan hanya sekedar perayaan dan pesta belaka, namun jadikanlah moment natal sebagai waktu untuk menginstropeksi diri kita masing-masing. Semoga moment natal tahun ini bisa menjadi moment natal yang paling terindah dalam hidup kita semua. Amin

SALAM PEMENANG!

God bless us

selamat datang dunia kerja..(^.^)

Hmmm…hai hai..apa kabar kalian semua?? ^^

Udah lama ya rasanya aku gak menyapa kalian, dan emang udah terlalu lama kayaknya aku gak pernah update blog ini..sebenernya banyak banget sih cerita yang pengen aku share ke kalian semua, tapi bingung harus memulai dari mana, karena banyak nya pengalaman yg uda aku alami selama ini..hehehe..

hmm..ini aja deh..waktu terus berjalan begitu cepatnya, dan tak terasa…Praise of God, saat ini Tuhan mempercayakan aku untuk bekerja di salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, perusahaan yg mempunyai system management, core value dan saint of bisnis yg sangat..sangat..sangat kereeeen banget menurut ku, perusahaan itu adalah Astra Internasional Tbk. Perusahaan inilah yg sebenarnya aku inginkan sejak dulu. Aku pengen belajar serta mengembangkan potensi yg ada di perusahaan ini (selain nyari gaji tentunya..hehe).

jujur hingga saat ini, aku masih terus berfikir, kok bisa ya aku bergabung di perusahaan sebesar ini?? Padahal aku melihat banyaak banget orang2 yang berlomba-lomba masuk ke perusahaan ini, why??? Itu suatu kata yang terus terlintas di benak ku dulu.

Kalau aku mau melihat ke belakang, siapa sih aku ini..aku bukan orang yg jenius2 amat kok, IPK ku juga gak tinggii2 amat, bahkan banyak teman kuliah ku yang IPK nya jauh lebih tinggi dari aku gak bisa masuk ke perusahaan ini, dan kalau kalian tau teman2 seangkatan ku di sini mereka orang2 yg smart dan cerdas lo, pengalaman mereka jauh lebih banyak dari pada aku, terkadang aku masih bingung memikirkan hal ini, tapi ketika aku mengambil waktu sejenak untuk berfikir, mata ku pun terbuka dan aku menemukan jawabannya. Ternyata jawaban nya cuma satu “semua itu karena Tuhan”. Yah, tanpa DIA, aku gak akan bisa melangkah sejauh ini. Itulah yang membuat aku gak akan pernah berhenti untuk mengucap syukur, dan aku gak akan pernah takut untuk terus melangkah sampai puncak tertinggi yang Tuhan ijinkan..kalau kata pak SBY “Bersama kita bisa”, tapi kalau versi ku “Bersama Tuhan kita bisa”..hehe ^^

Kalian tau gak guys (pasti gak bakal tau ya?? Hahaha), banyak banget pergumulan yang aku alami sebelum aku masuk ke dalam dunia kerja. Banyak yang bilang, bahwa dunia kerja adalah “real of the world” (*berfikir*, hmmm..emg sebelumnya gak real ya?? haha), ada juga yang bilang kalau dunia kerja adalah salah satu tahap dimana banyak anak2 Tuhan yang jatuh (ngeriii..), banyak yang bilang juga di dunia kerja intergritas kita mulai di uji dan tidak sedikit di antaranya yang menjual integritas nya ketika menghadapi pekerjaan2nya, dan bla bla bla… Mendengar suara2 kaya gitu, aku lantas berfikir, apa emang seperti itu ya dunia kerja itu??? Hmmm…ada yang tau?? Hehehe…
Namun ketika aku melihat realita yang ada, ternyata kenyataan emang berkata demikian..nah looh..kenyataan emang menyakitkan..hikz..hikz..lhoh??? haha…emang sih gak bisa di pungkiri, aku melihat sendiri dengan mata kepala orang lain..ups..mata kepala ku sendiri dink..hehe..banyak para senior2 ku yang mengalami hal seperti itu, yg dulu nya gak pernah absen sate (saat teduh), ketika sudah kerja sate pun bukan menjadi prioritas lagi, yang dulu nya selalu ada waktu untuk melayani orang2 di sekitarnya (mau dgerin curhat2 temen2nya,mau share lwat sms,dll), namun dengan alasan kesibukan (meeting lah, ngerjain report lah,dll) mereka udah meninggalkan itu semua, yang dulu nya mau menerima kritikan, namun ketika sudah bekerja, jadi merasa paling tau/merasa paling pintar, dlu sebelum kerja masih nuruuut banget sama orang tua (maklum, kan masih dompleng mereka), tapi setelah uda bisa nyari uang sendiri, gaya nya jadi beda, uda gak mau lagi di atur orang tua, dll pokoknya..sebenernya ironis banget..ya kan?? namun waktu itu aku masih belum bisa komentar apa2, karena aku belum merasakan seperti mereka, aku belum mulai kerja..hahaha…

 

Hal inilah yang terus menjadi pergumulan ku sampai sekarang ini, apakah aku akan sama seperti mereka ya?? atau aku masih terus bisa membawa visi dan misi yg Tuhan percayakan kepada ku??
aku gak bisa berkata “jelas, aku gak akan sama dengan mereka” ataupun “mungkin aku akan seperti mereka”, namun yang jelas hingga saat inipun aku masih terus berjuang (tentunya dengan kekuatan Tuhan) untuk tetap memegang komitmen ku dari awal, yaitu aku ingin hidup untuk melayani.

Untuk itu sebelum aku memulai suatu dunia yang baru, aku terus meminta doa kepada teman2 ku, bukan supaya pekerjaan ku jadi lancar2 aja, bukan supaya jalan ku selalu mulus, bukan supaya aku tambah di berkati, dsb, namun lebih dari itu, supaya minimal aku bisa jadi yordan yang sama dengan yordan ketika masih menjabat status mahasiswa (harapannya sih kalau bisa malah jauh lebih baik lagi..hehe ^^ ). visi dan misi yang aku pegang dulu, biar tetap terus aku bawa dan aku kerjakan dimanapun dan kapanpun itu. bagi temen2 yang baca tulisan ku ini, mohon doa nya juga ya..hehehe ^^

Dan akhirnya…..taraaaaaa…..sekarang aku sudah mulai bekerja, setidaknya aku udah bisa sedikit merasakan bagaimana dunia kerja itu (meskipun masih belum terlalu lama dan masih belum begitu sibuuuk amat sih). Tapi emang benar, kesibukan terkadang membuka peluang yang sangaaat besar untuk kita gak sate, males menyediakan waktu untuk mendengar orang lain share, males berbagi (takut ilmunya di colong), dll. Namun untuk mengalahkan itu semua, aku rasa kunci nya cuma satu, yaitu “berkorban”. Melayani pada prinsipnya adalah berkorban, kalau kita bisa bilang pelayanan tapi gak ada unsur pengorbanan di dalamnya, mungkin pelayanan kita patut untuk di pertanyakan?? Apakah benar itu melayani?? Ataukah dalam rangka aktualisasi diri?? Ini patut untuk di pikirkan, karena banyak orang yang terjebak dalam permasalahan ini.

Dunia kerja emang sangat berbeda dengan dunia perkuliahan mungkin waktu kuliah kita masih bisa nyantai2, belajar masih bisa sistem sks (haha..curcol dikit),tidur masih bisa bergadang2 terus, kita masih bisa melakukan ini dan itu, dan tanggung jawab kita msih belum terlalu besar, dll. tapi di dunia kerja hal itu sangat berbeda. kita uda gak bisa nyantai2..untuk mau melakukan hal ini itu pun sudah sangat terbatas, karena kita udah harus fokus dengan pekerjaan kita, yang pasti rintangan uda gak akan membiarkan kita ber leha2, otak kita juga harus di tuntut ekstra (tapi ini berlaku buat orang yang mau all out dalam pekerjaannya sih, kalau yg gak juga masih banyak..haha), itulah process yang harus kita lalui..mau gak mau kita harus siap..jangan pernah takut, karena kita punya Tuhan yang akan selalu menuntun kita (tapi hal ini berlaku untuk orang yang mau di atur..hehe). yang jelas, supaya kita bisa melakukan yang terbaik ingatlah satu hal yaitu “apapun yang kau perbuat, perbuatlah itu seperti kau memperbuatnya untuk Tuhan”. ^^

Ya mungkin ini sebagian yang bisa aku share ke kalian semua saat ini. Mungkin ada di antara kalian yang sudah merasakan tentang dunia kerja, atau mungkin ada di antara kalian yang belum merasakan nya, tapi satu hal yang pengen aku bagiin ke kalian yang belum merasakan dunia kerja adalah “tunggu tanggal maennya aja..haha..cepat atau lambat kalian pasti akan merasakannya” ^^
namun kalian masih banyak waktu kok untuk mempersiapkan diri kalian baik2, selain mempersiapkan dalam hal akademik, persiapkan lah diri kalian dalam hal mental dan integritas, bangun integritas kalian sekuat mungkin, tentunya integritas yang berasal dari Tuhan ya..hehe..sehingga jangan sampai ketika kalian udah mulai masuk ke dunia kerja kalian dengan mudahnya menjual integritas kalian, baca kisah yakub dan esau ^^

Dan untuk kalian yang sudah bekerja, mungkin kalian salah satu dari sekian banyak orang yang merasakan apa yang aku rasakan, kesibukan akan terus menghadang kalian di depan, rintangan gak akan membiarkan diri kalian bersantai-santai, itu pasti dan gak bisa di hindari (kecuali kalau kalian mengundurkan diri dari perusahaan dan jadi pengangguran ya..wkwkwk..tapi jangan sampai lah..haha), namun pesen ku “tetap semangat ya guys, do and give the best, lakukan lah semuanya seperti kalian melakukannya untuk Tuhan, namun yang terpenting dari itu semua adalah sadari betul untuk apa sebenarnya kita ada di dunia ini, apakah hanya untuk bekerja, dapet uang banyak, prestasi yang tinggi, istri/suami yang keren, keluarga yang bahagia, dan hidup bersenang-senang?? Ataukah ada hal lain yang sebenarnya Tuhan inginkan kita ada di dunia ini??, temukan jawaban itu, dimana?? Jawabannya simple, Tanya kepada yang menciptakan kita, karena seorang penciptalah yang tau akan tujuan yang di ciptakannya, dan ketika kalian udah menemukan jawabannya itu, lakukan lah itu dalam hidup kalian”. ^^

satu kutipan dari FirTu yang menjadi favorit aku..

“Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya akan di tambahkan kepadamu”

 

Semoga sharring aku kali ini bisa membuka mata kita semua (termasuk aku) akan tujuan sebenarnya kita ada di dunia ini dan khususnya tujuan kita ada d dunia kerja..hehe

Sampai ketemu di tulisan2 aku selanjutnya..^^

SALAM PEMENANG!!

 

God Bless Us

7 Kesalahan Memahami Lawan Jenis

Pernah mempunyai kesulitan dalam membina hubungan dengan lawan jenis?. Mary Welchel membagikan tentang kesalahan yang sering dibuat seorang single dalam membuat hubungan.

Kesalahan 1 : Kita salah mengartikan perhatian dari lawan jenis

Sejalan dengan bertambahnya rasa frustasi dan keputusasaan yang sering dialami ketika kita ingin menikah, banyak single bereaksi berlebihan terhadap perhatian dari seseorang yang berlainan jenis, terutama jika seseorang dianggap menarik bagi kita. Jika seorang pria melihat kita dua kali, kita yang wanita dapat membaca semua itu. Jika seorang wanita pernah duduk disebelah pria dalam suatu fungsi sosial, pria itu akan berpikir wanita ini sedang mengirimkan sinyal “undangan”

Kesalahan interpretasi atau kesalah pengertian terhadap suatu perhatian adalah satu alasan utama yang menyulitkan bagi pria dan wanita single untuk mempunyai hubungan yang platonik (hubungan bagai saudara). Keduanya ada dalam posisi berjaga-jaga, mereka kuatir terhadap sinyal-sinyal, daripada membiarkan dua orang dapat secara nyata memiliki percakapan yang bersahabat dan menikmati satu sama lain tanpa sebuah ketertarikan secara romantik.

Saya juga mengamati terlalu banyak single, juga para single Kristen – menikmati saat mengirim sinyal dan kemudian tidak mengakui sinyalnya itu. Setelah itu semua, ada mimpi ego untuk memikirkan bahwa satu atau dua orang ada dalam “tali perangkap”, berharap bahwa kamu akan datang dalam hidup mereka cepat atau lambat, bahkan jika kamu tidak tertarik terhadap mereka. Mereka menyembunyikan manuver mereka dengan mengatakan : “Kita hanya teman kok”. Mereka bahkan mengatakan hal itu pada orang lain yang ditemui, meletakkan dasar untuk segera “keluar” dari masalah dengan segera jika diperlukan dan kemudian berhasil untuk memberi perhatian dan sinyal yang sesungguhnya adalah menyesatkan. Seseorang akan salah mengartikan mereka. Dan mereka telah merusak tidak sedikit hati orang lain dalam proses memberi makan ego mereka.

Kesalahan 2 : Kita menunjukkan terlalu banyak dalam suatu hubungan dan kemudian tergantung terlalu lama.

Lakukan sendiri suatu kebaikan : akui kamu mempunyai ketergantungan emosional yang kamu katakan sebagai “cinta” – atau meski mengakui bahwa kamu benar-benar mengasihi orang yang kamu pikir begitu – namun mengakui bahwa itu adalah hubungan yang salah dan keluar dari hubungan itu.

Bagaimana kamu keluar dari hubungan itu? Dengan mengambil langkah yang drastis. Yesus mengatakan : jika mata kananmu membawamu masuk dalam dosa, cungkil mata itu dan buanglah. Lebih baik untuk kamu kehilangan sebuah bagian tubuhmu daripada seluruh tubuhmu dilempar ke api neraka. (tertulis dalam Matius 5:29-30).

Jika kamu ada dalam hubungan dan anda disuguhi dengan tindakan yang tidak respek, ketidak bijaksanaan atau ketidakramahan, itu adalah tanda yang baik bahwa kamu telah menggantung hubungan terlalu lama dan menampilkan “segalanya” terlalu banyak. Jika kamu berharap si pria atau wanita akan berubah, kamu tidak tahu banyak tentang sifat alami manusia. Satu hal yang mungkin membuat membuat seseorang yang seperti ini bisa berubah adalah mengharuskan untuk hidup dengan konsekuensi sikapnya – yaitu kehilangan hubungan. Selama si pria atau wanita dapat diperoleh dengan memperlakukan kamu dengan buruk, tidak ada yang banyak diubah dalam sikapnya.

Jika kamu tidak bahagia dengan perlakuan yang kamu terima dari orang yang belum kamu nikahi, kamu dapat memastikan perlakuan apa yang akan kamu terima setelah menikah kelak akan lebih banyak kesamaannya atau bahkan menjadi semakin buruk.

Kesalahan 3 : Kita tidak selalu ada dalam keadaan baik dalam membaca tanda-tanda bahaya dalam suatu hubungan

Saya sering melihat seorang single dalam suatu hubungan yang memiliki pilihan yang buruk namun terkadang mereka nampaknya tidak pernah melihat sinyal bahaya. Kebenarannya adalah, sebagian besar waktu mereka tidak mau melihat tanda-tanda itu.

Ingatlah bahwa ketika emosi kita meningkat dalam satu situasi, mudah untuk kehilangan cara pandang. Seseorang pernah berkata : “Perasaan dan emosi mempunyai IQ nol”. Saya berfikir bahwa hal itu baik untuk diingat. Kamu tidak boleh mempercayai emosi kamu. Sari-sari itu akan mengalir, gagasan romantis akan mulai berputar diatas kepala kamu. Kamu akan kehilangan cara pandang atau perspektif dengan cepat.

Mari kita lihat beberapa tanda bahaya:

Perbedaan usia yang nyata, ini akan berubah-rubah tergantung individu dan tergantung pada usia yang bersangkutan. Saya tidak mengatakan bahwa perbedaan usia menjadi suatu masalah, namun pastinya harus menjadi satu hal yang seharusnya kamu sadari dangan sebaik-baiknya.

Perbedaan didikan keluarga Adalah fakta bahwa tidak ada dua keluarga yang sama, namun lihatlah dasarnya : Apakah keduanya adalah keluarga Kristen? Apa nilai yang diajarkan oleh keluarga? Apa jenis hubungan yang nyata antara anggota keluarga? Beberapa keluarga amat dekat dan beberapa lainnya tidak.

Prioritas kehidupan spiritual. Jika satu orang meletakkan prioritas lebih tinggi dalam kehidupan spiritual dibanding pasangannya, ada sinyal bahaya yang nyata dan tidak seharusnya untuk diabaikan. Biasanya ketika kamu berhubungan dengan seseorang yang suhu rohaninya dibawah ukuran kamu, kamu tidak membawa mereka naik ke standar tingkat kamu, namun kamu yang turun ke standar mereka. Saya telah melihat hal ini berulangkali dari waktu ke waktu.

Kesalahan 4 : Kita punya hubungan secara fisik kebanyakan terlalu cepat dan terlalu jauh

Disini kembali orang percaya dibiarkan masuk dalam sistem dunia dan filosofi untuk memasuki pikiran kita tentang aspek fisik dari suatu hubungan. Roma 12:1-2 mengatakan bahwa kita tidak menjadi serupa dengan dunia ini, namun berubah dalam pembaharuan pikiran. Filipi terjemahan mengatakan : “Jangan biarkan dunia di sekeliling kamu menekan kamu hingga masuk dalam bentuk mereka.” Ketika kita menjadi biasa dengan hubungan seks sebelum menikah, kita telah didorong masuk dalam bentuk-bentuk sistem nilai dunia.

Jika kamu benar-benar ingin untuk tetap murni dalam kehidupan seksual dan menjaga dirimu sendiri untuk satu orang yang Tuhan berikan untuk kamu, atau menjaga dirimu sendiri untuk Tuhan jika kamu tinggal sebagai seorang single, kamu hampir dipastikan bisa melakukan hal itu. Tidak ada yang mustahil tentang hal itu.

Bagaimanapun, dalam tugas untuk melakukan hal itu, kamu akan membutuhkan disiplin yang saya tidak lihat dalam banyak hidup para single. Sebuah untuk melangkah mil ekstra dalam menjaga kontak fisik hingga batas minimum. Secara sederhana kamu tidak dapat mempercayai gerakan “kimiawi” dalam tubuh kamu. Ini sangat kuat, dan sekali bangkit, menemukan disiplin untuk menjaga itu dibawah kendali secara ekstrm amatlah sulit. Sehingga rahasia untuk menjaga “listrik itu selalu dibawah” adalah dengan mengontrol kontak fisik.

Kesalahan 5 : Kita berfikir bahwa perlengkapan yang diperlukan untuk kencan atau berpasangan adalah bahwa dia adalah seorang Kristen

Saya tidak percaya bahwa hanya ada satu orang di dunia ini yang Tuhan maksudkan bagi kita untuk dinikahi, dan ketika kita kehilangan orang ini, kita akan kehilangan pasangan yang sempurna (tentunya, saya tidak percaya bahwa itu semestinya benar bahwa setiap kita dimaksudkan oleh Tuhan untuk menikah. Namun itu adalah subyek yang lain!). Saya pikir adalah mungkin untuk menemukan lebih dari satu orang dimana kamu dapat cocok dan mempunyai hubungan jangka panjang yang baik.

Adalah pandai untuk meletakkan pemikiran diri sendiri dalam pencarian belahan jiwa dengan intensif ketika anda memutuskan untuk menikahi seseorang. Menjaga dalam pikiran bahwa emosi anda berkaitan dan oleh karena itu perspektif anda akan keluar dari fokusnya, mintalah nasehat dari orang yang kamu percayai. Dapatkan mereka untuk bermain “nasehat buta” dan lemparkan setiap pertanyaan yang bisa mereka buat untuk kamu. Ambillah setiap kesesuaian hasil test yang kamu temukan. Lakukan semua yang kamu dapat lakukan untuk mengetahui apa yang kamu dapatkan sebelum kamu terjun ke dalamnya. Kamu tidak akan pernah secara total siap untuk menikah, namun itu adalah ide yang bagus untuk mencoba menemukan banyak hal sebelum kamu berjalan di pelataran ketika pasangan ini tampaknya berjalan mulus.

Kesalahan 6 : Kita membawa daftar kebutuhan untuk hubungan dengan kita dan menghakimi orang lain terlalu cepat dan egois.

Saya biasa mempunyai daftar segala hal yang saya inginkan dalam seorang pria. Kebutuhan itu dibagi dalam “Esensial (mendasar)” dan “Non Esensial (tidak mendasar)”. Sekarang, itu semua menjadi hal yang amat jelek.

Daftar hal yang “Esensial atau Hal Mendasar” sekarang telah menjadi satu hal yaitu : “harus menjadi seseorang yang meningkatkan perjalanan saya dengan Tuhan dan membiarkan kami mempunyai pelayanan yang efektif bersama-sama dibanding kami secara terpisah.”

Tidakkah hebat bahwa Tuhan kita cukup besar untuk berhubungan dengan semua perbedaan kita dan keistimewaan? Dia tidak melihat potongan seseorang, penampilan kita semua dan bertindak seperti itu setiap hari. Kita semua secara pasti mempunyai prinsip Alkitabiah yang sama untuk menjalani hidup kita, namun dengan semua prinsip tersebut, ada banyak ruang untuk keunikan individual dan juga personalitas seseorang. Amen untuk hal itu!.

Banyak single, bagaimanapun, nampaknya mempunyai daftar kebutuhan untuk pasangan potensial mereka dan mereka mendapat kekang dengan semua itu, mungkin sebagai reaksi pada banyak pernikahan yang gagal sekitar kita. Itu sebagai pikiran mengapa mereka mengecek diri kamu, untuk memastikan bahwa kamu memenuhi kebutuhan mereka. Mereka mendekati area kehidupan ini seperti halnya jika mereka akan membeli mobil : Apa bentuk apa yang kamu miliki dan apa keuntungan dari semua bentuk itu bagi saya?.

Mempunyai petunjuk penting yang pasti dalam pikiran kala kita menemui dan berkencan dengan seseorang akan menolong untuk menjaga kita dari membuat keputusan emosional secara total.

Kesalahan 7 : Kita berfikir bahwa berpasangan adalah lebih baik daripada menjadi single

Adalah benar bahwa kita mempunyai kebutuhan dasar untuk bersekutu, namun tidaklah benar bahwa kesendirian adalah kondisi terburuk di muka bumi ini. Dalam catatan saya mengatakan kesendirian bukan kesepian. Ada perbedaan besar diantara dua kondisi itu.

Kebanyakan orang takut kesendirian karena bagi mereka itu menggambarkan suatu kesepian. Mereka tidak pernah untuk mengisi waktu mereka sehingga kesendirian menjadi sesuatu yang bernilai dan menyegarkan bagi mereka. Saya belajar untuk mencintai kesendirian saya, namun itu tidak datang sendiri. Itu datang kala saya belajar untuk menikmati kehadiran Tuhan dan menghentikan menyamakan kesendirian dengan kesepian.

Kesepian adalah perasaan, sebuah sikap hati. Kita tidak melalui kehidupan ini tanpa pengalaman tersebut dalam berbagai tahap. Namun untuk membereskan semua hal yang menjadi pengganti untuk apa yang disebut kesepian adalah suatu mister besar. Ada hal terburu daripada kesepian, dan dengan anugerah Tuhan kita tidak perlu untuk dikalahkan hal itu dan dikuasai oleh kesepian. Tuhan dapat mengambil kesepian kita dan mengembalikan menjadi keindahan, buah dan waktu yang produktif bersamaNya.

Sadari bahwa menjadi sendiri bukan berarti membuat kamu orang yang secara sosial tidak dapat mencocokkan diri. Jangan masuk dalam kebohongan musuh yang ingin membuat kamu merasa putus asa. Ketika kita merasa putus asa, kita berlaku irrasional dan melakukan langkah yang tidak sesuai prinsip. Ketika kita merasa memiliki kekuatan untuk dekat dengan seseorang, kita akan menyetel langkah kita untuk apapun.

Juga sadari kebutuhan kamu untuk interaksi sosial dan rencanakan hal yang baik. Namun janganlah mengharuskan diri untuk punya kencan untuk bisa punya ‘persekutuan’, yang benar adalah kamu menjangkau keluar untuk membagikan waktumu. Tidak juga dengan gagasan bahwa hal itu adalah langkah kedua terbaik – kamu mungkin dapat memiliki kencan namun jika tidak sekalipun kamu akan memiliki teman baru. Nikmati orang-orang ini dengan apa adanya dan kamu akan menemukan bahwa kesendirian itu akan lenyap.

I just can say “GOD IS MY VICTORY”

Bila ku buka mata ku dan lihat wajah Mu, aku terkagum
Bila kulihat hiduku dan karya tangan Mu , aku tersanjung
Karna semua yang baik dalam hidupku, itulah karya Mu
Kau bri kesempatan baru
Dan ku ingin mengenal Mu Tuhan,
lebih dalam dari semua yang ku kenal
Tiada kasih yang melebihi Mu
Ku ada untuk menjadi penyembah Mu

Wooow…Gak terasa udah 4 tahun lebih 10 hari aku menjalani satu step yang gak mudah..satu step yang penuh dengan tantangan, pencobaan, masalah rintangan, dll…yup..yang kumaksud adalah kuliah..kayaknya baru kemaren aku di gundul karna ospek, kayaknya baru kemaren aku ketemu ma temen2 dan dosen2 ku, tapi setelah melihat kenyataan yang ada,,eh besok aku uda mau pendadaran..rasanya bener2 cepet banget..hehehe…
Lirik lagu yang barusan aku tulis di atas rasanya sangat tepaaat banget buat ngungkapin perasaan dan kekaguman ku saat ini…jujur guys kalau gak karna Tuhan itu dasyat bin ajaib, gak mungkin rasanya aku bisa ngelewati step2 yang berliku liku ini..banyak kisah2 yang amazing yang aku alami selama aku kuiah..mau tau kisah2 ku selama kuliah?? Di jamin kalian semua akan tercengang2 akan kasih Tuhan yang so so so Amazing banget ^^
Kalau kalian mau tau, aku melangkahkan kaki ke kota jogja (tempat aku kuliah sekarang) bukan dengan keyakinan yang mantap, rasa percaya diri yang tinggi, tapi sebaliknya, aku melangkahkan kaki ke kota jogja dengan penuh kekuatiran, ketakutan, dan keragu-raguan, kenapa??

Gini critanya..dulu semasa SMA aku paling benciii banget sama pelajaran fisika, aku gak pernah malu buat mengatakan ke semua orang kalau selama SMA nilai fisika ku gak pernah lebih dari 6..ya mentok2 cuma dapet 5,5..hahaha.tapi itu asli lo..gak tau kenapa, aku bisa gak tertarik dan sumpek aja ketika denger kata fisika..mungkin karena faktor guru juga bisa kali ya..tapi sebaliknya guys (menyombongkan diri sedikit boleh lah ya..hahaha), aku seneng banget sama pelajaran kimia, bahkan bisa dibilang nilai kimia ku gak pernah kurang dari 9 lo..keren kan?? Hahaha..bercanda2..itulah sebabnya mengapa sewaktu aku mau daftar di perkuliahan ku yang sekarang, aku nulis jurusan Teknokimia pada pilihan pertama nya di blangko pendaftaran, dan yang pilihan kedua ya mau gak mau aku isi….kimia juga..hahaha..karena aku gak suka fisika babar belas..hahaha..o iya sebelumya perlu diketahui kalau ditempat aku kuliah sekarang Cuma ada 3 jurusan aja, yaitu teknokima nuklir, teknofisika nuklir, sama Elektroinstrumental..jadi semua pilihan aku isi teknokimia (secara aku emang suka kimia) hehehe…terus aku gak cuma daftar ditempat kuliah ku sekarang ini aja, tapi aku juga nyoba ikut UM UGM yang soal2nya terkenal bengis abis..hahaha..dan aku tetep daftar jurusan teknik kimia..hahaha..singkat cerita..taraaa…aku keterima dua2nya..di UGM iya, di STTN juga iya…Cuma yang membuat aneh, di STTN yang pilihan pertama dan keduanya aku isi teknokimia…eh eh..kok keterimanya malah di teknofisika..bingung kuadrat gak tuh..hmm..uda deh rasanya jelas2 gak masuk akal, secara nilai raport ku yang tak buat daftar di STTN jelas2 bagusan nilai kimia nya dibanding nilai fisika nya, tapi kok malah di masukin di jurusan teknofisika ya..hmm..ya uda lah..sempat ada penghiburan karna yang di UGM keterima di Teknik Kimia..hahaha..pikir ku aku pasti akan ngambil yang di UGM..ya kan??
Tapi tau gak guys apa yang terjadi waktu aku doa tengah malam ma Tuhan?? Dengan jelas banget aku denger Tuhan ngomong :”Yordan, kamu harus masuk ke STTN”..aku masih gak percaya dan menganggap itu cuma suara2 khayalan aja, tapi anehnya suara itu kedengeran lagi dan makin jelas “Yordan, kamu harus masuk ke STTN”..aku sempet nolak, karena bagaimanpun aku bencii banget sama pelajaran fisika..tapi untuk yang ketiga kalinya Tuhan ngomong dengan jelas banget : “YORDAN, KAMU HARUS MASUK KE STTN!!”..pada waktu suara yang ketiga ini, jujur aku mulai takut dan gak berani bantah lagi..aku tau ini Tuhan yang nyuruh aku..so singkat crita..dengan penuh keterpaksaan aku ngambil teknofisika dan dengan penuh kepasrahan juga aku berfikir..”gak tau deh ntar gimana nasib ku”..tapi waktu itu ada sedikit penghiburan dari om ku, nama nya om Tommy, om ku ini ngomong gini ma aku “Kamu harus tau, Tuhan memberikan kepada kamu bukan apa yang kamu inginkan, tapi apa yang kamu butuhkan”..waktu aku denger perkataan itu lantas sejenak aku berfikir..dan aku brani sedikit menyimpulkan mungkin emang iya ya, kalau nuruti keinginan ku pasti aku akan milih kimia, tapi mungkin itu bukan menjadi kebutuhan ku kelak. Sejak saat itu aku mulai memutuskan buat ngejalanin perkuliahan ku di teknofisika, dengan sejuta harapan Tuhan pasti akan menuntun ku..crita nya gak sampe di sini guys..hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan akhirnya aku mulai masuk di hari pertama ku kuliah..waktu itu aku PD banget datang pagi2 jam setengah tujuh ke kampus, sambil nyanyi2 puji Tuhan, aku jalan ke kampus ku (karna waktu itu aku belum dibawain motor), dengan harapan aku bakal datang yang paling awal dibanding teman2 ku yang lain..sok.com..hahaha..tapi apa yang terjadi??? Yang membuat ku saat itu “melongok” (what is the meaning of “melongok”??) hahaha..maksudku terperangah..ternyata eh ternyata temen2 ku yang lain uda pada di meja oval besar didepan kelas, mereka uda pada belajar bareng coba,,padahal aku sedikitpun belum megang buku (kan pikirku baru hari pertama, mungkin masih belum mulai mata kuliah), tapi mereka uda pada sibuuk diskusi bahas soal2 gitu..mereka manggil2 aku lagi “eh Yordan “baru” dateng, ayo2 sini belajar bareng, kamu uda ngerjain soal di buku ini belum??”..weeeeew??? aku cuma bisa diem serambi mesem2 (senyum2) dikit lah..cengar cengir kaya orang bego..hahaha..pikir ku ya ampun anak2 ini..ckckck..gak sampe disitu aja, waktu masuk kelas, hawanya beneer2 bedaaa banget sama waktu SMA dulu, kalau SMA kan biasanya kalau tanya juga wajar2 aja kan?? Tapi ini gak, mereka uda kaya orang2 yang haus dan lapar akan pertanyaan..”Pak, kok yang itu bisa gini pak??”, “Pak, kalau kaya gini bisa gak pak??”, “Pak, saya kurang sependapat deh dengan argument bapak”…wooooow..suasana kelas yang panas..itu yang membuat nyali ku yang awalnya muali naik eeh malah jadi ciuuuut lagi..hmmfh..aku cuma berfikir “kayaknya aku salah masuk kuliah deh..ampuuun DJ”…hampir 2 minggu setelah kejadian itu aku bener2 frustasiii banget..gak tau harus ngapain lagi, mana mata kuliah isinya fisika..fisika..dan fisika…OMG…bisa botak sebelum umur nih aku..ckckck..aku malah sempet bertanya sama dosen ku “pak, selama ini sejarah di kampus ini ada yang di Drop Out gak pak”..terus bapaknya menjawab “belum pernah, emang kenapa??”, gak menjawab pertanyaan bapak nya tadi, aku lantas bertanya lagi “pak, selama ini lulusan2 sebelumnya IPK nya rata2 berapa pak??”, jawab bapaknya “ya kira2 sekitar 3,6 sampe 3,9”, sang bapak semakin penasaran “memangnya kenapa sih??”, setelah itu baru aku brani ngomong “pak, mungkin aja aku jadi satu2nya mahasiswa disini yang di Drop Out, jadi rekor nanti ya pak”..hehehe..tapi bapaknya terus ngasi motivasi saya, beliau bilang “jangan takut dulu, selama kamu berusaha dengan maksimal dan gak malu bertanya sama teman2 mu, pasti kamu bisa ngikuti kok”..sedikit penghiburan lah buat aku..tapi setelah aku renungin lagi perkataan bapaknya tadi, aku mendapat satu kunci, yaitu “jangan malu bertanya sama teman2mu!”…sejak saat itu perlahan-lahan aku mulai bangkit lagi, dan mencoba buat berusaha semaksimal mungkin untuk belajar dan bertanya sama teman2 ku..puji Tuhan, Tuhan kasih ke aku teman yang begitu baik dan sabar ngajarin aku, nama nya Swasta Sulaksana (ni orangnya baru tidur di belakang aku) hahaha..dan waktu itu kita terus belajar bareng, tapi aku juga punya komitmen gak mau selamanya di ajarin, suatu saat aku juga harus bisa ngajarin dia ganti hal2 yang aku kuasai tapi dia gak bisa kuasai, dan hal itu bener2 tercapai..hehehe..jadi saat ini bisa dibilang bukan hubungan guru dan murid lagi, tapi uda jadi patner penelitian..hehehe

Eh..singkat crita,…teng teng teng..masa UAS (ujian akhir semester) pun tiba..beda sama lagunya Tasya, kalau lagunya Tasya kan “libur tlah tiba, libur tlah tiba, hore, hore, hore”..tapi kalau lagu yang tepat waktu itu “UAS tlah tiba, UAS tlah tiba, Ngeri, Ngeri, Ngeri”..hahaha..karna emang beneran ngeri bin deg2an..gak pernah seumur2 ikut UAS..tapi Puji Tuhan berkat tuntunan Tuhan, aku bisa ngelewati UAS dengan lancar, dan pada saat pengumunan hasilnya pun ternyata gak sama dengan apa yang aku takutkan selama ini, puji Tuhan, Tuhan ngasih aku nilai yang bisa dikatakan cukup memuaskan…hehe

Dan semester demi semester pun terus aku jalani dengan tantangan dan kesulitan yang jauuuh jauuuh lebih berat dari yang pernah aku alami sebelumnya, ditambah Tuhan ijinkan zona kenyamanan perekonomian keluarga ku diguncang abis, sehingga tiap kali mau UAS pasti uda kepikiran “besok bisa bayar SPP dan SKS gak ya??”..”besok papa mama bisa ngirimin uang saku gak ya??”..tapi sekali lagi TUHAN YESUS itu memang luuaaar biasa banget, ketika DIA berfirman : “Barangsiapa yang kesukaannya adalah taurat dan yang merenungkannya itu siang dan malam, ia bagaikan pohon yang berada di tepi aliran sungai, yang akar2nya tak pernah kering”..DIA gak sekedar berfirman, tapi DIA Tuhan yang terus memegang janjinya. Waktu itu aku hanya bisa berserah dan berusaha semaksimal mungkin apa yang menjadi bagian ku..eh tanpa di duga2, dan gak ada sedikitpun terbesit dipikiran ku..aku bisa kenal sama seseorang pencari bakat yang bergerak dibidang menulis buku, waktu itu aku belum pintar menulis, tapi aku komitmen dan brani bilang ke orang itu kalau aku siap untuk digembleng dan dibimbing secara penuh..latihan demi latihan aku jalani semasa penggemblengan itu, dan hingga suatu saat karya ku bisa diterima oleh salah satu penerbitan yang cukup besar..Puji Tuhan dari hasil itu aku bisa sedikit meringankan tanggung jawab orangtua ku..awalnya aku uda cukup puas dengan hasil itu, namun Tuhan bilang “NO!! bukan itu tujuan mu”, seakan akan Tuhan pengen ngomong sama aku “bukan tanah di tepi sungai Yordan yang akan kuberikan kepada mu, tapi aku akan memberikan kepada mu Tanah Perjanjian”..ketika aku merenungkan hal ini, aku mulai sadar bahwa aku gak boleh cukup puas dengan hal ini, aku harus bisa berkarya lebih lagi..dan singkat crita buku ku yang kedua berhasil menembus penerbitan yang lebih besar lagi..dan otomatis hasilnya juga lebih besar dari sebelumnya..lumayan…hehehe…aku masih terus gak menyangka “kok bisa ya”..hmm..tapi bos ku yang nama nya ko San2 ini terus memotivasi aku, sehingga suatu ketika aku disuru menulis e-book untuk dimasukan ke AMAZON.COM..kalian tau apa itu amazon.com..waktu aku pertama kali mendengar pun aku kaget banget..ternyata amazon.com itu toko online buku terbesar di dunia..wooow..apakah aku sanggup ya..hmm..tapi aku terus mencoba dengan tuntunan Tuhan, waktu itu aku curhat sama Tuhan “Tuhan, aku gak mampu lo, gimana ini??”, tapi Tuhan jawab “Kamu pasti bisa”.. singkat crita karena kedasyatan Tuhan akhirnya buku ku baru proses mjasuk ke amazon.com..meskipun saat ini masih ketunda sejenak karena aku harus fokus ke skripsi ku..(i’m so sori ya ko san2)…gmn?? Tuhan ku itu dasyat to??? Hayooo sapa yang masih gak mengakui kalau Tuhan ku itu dasyat?? Hehehe…
Ketika Tuhan ijinkan semuanya ini terjadi, aku terus berfikir kok bisa ya?? Cara2 nya Tuhan tu emang dasyat tak terduga deh, tapi satu hal yang pengen aku sharringin ke kalian, terkadang kita emang gak pernah tau dengan cara2 nya Tuhan bekerja, tapi penyertaan nya slalu sempurna dalam hidup kita, asalkan kita mau tetap taat, meghormati Nya, dan bergantung “hanya” kepada Nya.

Sebenernya banyak lagi hal2 dasyat lain yang pernah aku alami bersama dengan Tuhan..tapi gak mungkin aku critain semua disini..hehehe..hingga akhirnya besok adalah penetuan akan satu step yang boleh aku jalani sekarang..satu hal yang terus aku percaya bahwa Tuhan udah membawa dan menuntun aku sejauh ini, banyak hal2 sulit dan berat sekalipun telah aku hadapi bersama dengan Nya..dan besok Tuhan pasti juga akan menyertai aku..satu hal yang aku janji kepada Tuhan..apapun yang uda Tuhan kerjakan dalam hidupku, aku mau bagiin dan critain ke semua orang yang bisa aku critaiin bahwa Tuhan ku tu Dasyaat banget..^^ setuju?? Hehehe..GOD IS MY VICTORY!!

Aku gak tau apa yang akan terjadi besok..lihat aja crita ku selanjutnya ya guys..hehehe

Salam pemenang!

God bless us ^^

FACING THE GIANT part 1

Hay guys..apa kabar kalian hari ini?? luar biasa kan?? ato luar binasa?? jangan sampe lah ya..hahaha..

kali ini aku pengen ngasi info nih buat kalian2 yang hobinya nonton..dari pada gak dapet tiket harpot ato transformer 3 yang baru gila2an antri nya..ckckck..ato yang uda nonton tapi ketinggalan 20 menit awal (sebenernya sih itu critanya cc ku waktu mau nonton harpot..wkwkwk..sori ya ce..peace ^^V). mending sambil nunggu dapet tiket, aku punya rekomendasi film bagus nih buat kalian..film yang penuh dengan makna..judulnya seperti yang uda aku tulisin di atas.

FACING THE GIANT…yah…ini film bener2 berkesan dan bermakna banget buat aku, bisa dibilang ini film banyak banget ngerubah paradigma tujuan hidup aku..banyak banget pesan dan makna yang di sampein film ini..yaaa..mungkin ada mereka yang bilang “ini kan hanya sebuah film yang bisa direkayasa??”…oke aku setuju dengan argumen itu, tapi aku juga percaya kalau film ini bisa dibuat, kalau film ini bisa sampe di tangan aku, dan di tangan kalian semua, ini bukan suatu hal yang kebetulan lo..aku percaya Tuhan mau ngomong sesuatu ma kita semua lewat film ini..ya kan??

kalian tau gak gimana aku bisa tau dan akhirnya nonton film ini??

gini critanya…

aku gak pernah sama sekali ngerencanain buat nonton ini film (denger aja belon pernah..hahaha). Film ini aku tonton waktu gereja ku sedang ngadain acara penggalangan dana yang rencananya akan kami sumbangkan ke panti asuhan Panti Asih..dan rencana pemutaran film ini pun direncanakan secara mendadak banget loh..so kami dengan cepat memilih film yang akan kami putar dalam acara penggalangan dana tersebut, namun setelah aku melihat film ini, satu hal yang aku percaya dan aku imanin..bahwa ketika film ini dibuat bahkan saat film ini sampai ke aku..itu bukan suatu hal yang kebetulan..tapi aku yakin banget Tuhan punya suatu rencana buat hidup aku..Tuhan mau ngomong ma aku lewat film ini..dan aku harus belajar banyak banyak dari film ini..itu crita ku, mana crita mu?? (hahaha..kaya iklan Ind…..tiiiit…sensor) jadi gak ada salahnya deh kalau kalian ngeluangin sedikit waktu buat nonton ni film, aku brani jamin gak akan rugi kok..hehehe oke deh, biar gak tambah penasaran..ini aku bagiin sinopsis singkat dari film ini, kalau kalian kurang puas, bisa langsung nonton sendiri filmnya..biar lebih jelas dan mantaaaaps…hehehe.. cekedotz gan…^^

Film FACING THE GIANT   bercerita tentang pengalaman seorang pelatih football sebuah SMU (High School). Selama 6 tahun melatih tim football-nya, tim asuhannya selalu gagal, belum sekalipun berhasil menjuarai pertandingan apapun. Kegagalan yang dialaminya makin disempurnakan oleh kenyataan yang dihadapinya dalam kehidupannya. Dia telah menikah beberapa tahun, namun belum bisa memiliki rumah yang layak, mobil yang layak bagi dia dan istrinya, serta tidak bisa memberikan keturunan bagi istrinya karena didiagnosa tidak subur oleh dokter. Istrinya sangat menginginkan kehadiran bayi dalam pernikahan mereka. Berkali-kali istrinya melakukan chek-up kehamilan ke Rumah sakit, namun hasilnya selalu “negatif” dan mengecewakan. Para perawat di Rumah sakit yang sudah sangat mengenal istrinya sampai meledek istrinya itu karena obsesinya untuk segera memiliki anak. Bukan sampai di situ saja, suatu ketika dia harus mendengar dengan telinganya sendiri pembicaraan para pengurus Yayasan di sekolah tempatnya bekerja, bahwa dirinya akan diberhentikan sebagai pelatih karena dianggap selalu gagal….. Sang Pelatih menjadi sangat kecewa, frustrasi…. Hubungan dan komunikasinya dengan sang istri juga memburuk. Dia kemudian menghukum dan mempersalahkan dirinya sendiri atas semua kegagalan beruntun yang dihadapinya dalam hidupnya. Memang, sungguh sangat berat situasi yang dialami oleh pelatih football ini. Meski sebenarnya dia telah berjuang dan berusaha sebaik-baiknya dengan segala kemampuannya untuk melatih Timnya, namun hasilnya masih selalu jauh dari yang diharapkan bahkan lebih sering sangat mengecewakan hatinya…

Dalam rasa frustrasi yang dalam dia mengurung diri di rumah dan menghabiskan waktu dari hari-harinya dengan membaca dan membaca. Sering dia bahkan tidak bisa tidur atau terbangun tengah malam dan mulai membaca…., Sampai akhirnya tertidur kelelahan. Buku yang dibacanya adalah HOLY BIBLE. Dari pembacaan Alkitab dia mengingat Tuhan, Allah yang ajaib, Gembala yang baik yang berkuasa…. Dia kemudian menemukan bahwa tujuan utama dalam hidup bukanlah target atau hasil yang bisa dicapai, tetapi bagaimana melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya – sebagai Ibadah kepada Tuhan. Paradigma dan pandangan hidupnya berubah drastis, bukan lagi ‘target oriented’ melainkan menjadi ‘process oriented’. Hari-harinya berubah. Dia menjadi lebih banyak berdoa dan berseru kepadaNYA. Dia menyerahkan segenap masalah dan pergumulannya dan mempertaruhkan hidupnya kepada Tuhan. Dan dengan Paradigma yang baru dia meminta agar pihak sekolah memberinya sekali lagi kesempatan melatih Tim. Pada awalnya pihak sekolah keberatan, namun akhirnya diputuskan untuk memberikan kesempatan terakhir. Dan dengan paradigma yang baru pula sang pelatih melakukan pendekatan kepada tim asuhannya. Dia menjelaskan bahwa untuk segala hal yang utama bukan hasil, melainkan bagaimana cara yang dilakukan. Pada awalnya anggota Tim kebingungan, namun akhirnya mereka menikmati suasana latihan yang selalu diawali dengan doa.  Mereka berlatih untuk menghadapi “TIM GIANT” yang sesuai dengan namanya terdiri dari orang yang besar-besar. Tim ini terkenal sangat tangguh dan sangat jarang terkalahkan. Melihat kesenjangan yang ada anggota Tim agak kecut. Tim football SMU ini melihat TIM GIANT – saingannya sebagai sesuatu yang menakutkan. Namun sang pelatih membangkitkan rasa percaya diri timnya dengan semboyan: “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” (Kolose 3:23). Dengan prinsip inilah pada akhirnya Tim football sekolah berhasil mengalahkan Tim Giant, walau dengan pertandingan yang alot dan perjuangan yang keras. Salah seorang anggota Tim adalah putra pemimpin Yayasan Sekolah. Hubungannya dengan ayahnya sudah sejak lama tidak harmonis. Sang pelatih berhasil membantu memulihkan hubungan ayah-anak itu menjadi sangat harmonis – tentunya dengan paradigma yang berbeda – berdasarkan Firman Tuhan. Sebagai gantinya, dengan diam-diam pemimpin Yayasan Sekolah itu mengganti Mobil butut sang pelatih dengan mobil baru. Sementara itu istri sang pelatih yang untuk kesekian kalinya melakukan Chek-up kehamilan harus kecewa karena hasil test menyatakan dirinya belum hamil juga. Tepat di hari kemenangan Tim yang untuk pertema kalinya dalam kurun waktu 6 tahun berhasil menjadi juara menerima konfirmasi dari pihak Rumah sakit bahwa hasil “negatif” test kehamilan yang diterimanya sebagai sebuah kesalahan karena tertukar dengan pasien lain. Ketabahan istri dan kedekatan sang pelatih kepada Tuhan mengubah jalan hidupnya. Kisah hidup pasangan dalam film berakhir bahagia: karirnya sebagai pelatih akhirnya berhasil, mereka memiliki mobil yang bagus, rumah yang layak dan akan segera menimang anak yang sangat didambakan.

nah itu dulu yah yang bisa aku bagiin saat ini..ntar yang part 2 nya aku akan sharring tentang apa aja sih pesan2 yang aku dapet dari film ini..tapi sebelumnya kalian nonton dulu yah..abis itu baru kita sharring..okokok??

selamat nonton ya,,

o iya, ada yang kelupaan..bagi kalian yang mempunyai sisi melankolis yang tinggi, aku anjurin buat nyiapin tissue deh, biar kalau mewek gak bececeran air matanya..hahaha..

Salam pemenang!

God bless us always ^^

10 Tips Kencan Untuk Para Single Kristiani

Wah..wah..ini nih topik yang sangat menarik buat kamu2 yang  baru kasmaran..ihiiiiy..prikitiuw…hahaha..yah namanya anak muda jaman sekarang (kaya aku uda tua aja yah)..kalau kata nya ME sih “inikah rasanya cinca oh inikah cinca”..beda lagi dengan kata2 nya project pop “jatuh cinca berjuta indahnya”..eits, malah nyarcol = nyanyi colongan..hahaha..

amu mungkin saat ini kamu sedang berkencan dengan seorang pria yang sangat tampan atau wanita yang sangat cantik dan kalian berdua sudah merasa memiliki ketertarikan…terus apa hayo yang kamu bakal lakukan setelah itu? di door?? mati donk kalau ditembak…Sekarang bukanlah waktu untuk memutuskan!  Terlalu sulit untuk berpikir ketika nafsu cinta sudah menghinggapi hati kamu..bener kaya kata pepatah..”cinta membuat sgalanya gila” (aku sih ckup menjawab : “gila aja sendiri lu”..hahaha).. tapi nih ya, kamu perlu memperhatikan sejumlah hal ini dulu sebelum memutuskan untuk melakukan kembali atau memulai kencan dengan si dia..okok..cekedot.

1) Janganlah menjadi pasangan yang tidak seimbang.

tidak seimbang disini bukan mengenai tinggi badan lo ya, ntar yang tinggi tambah tinggi, yang kerdil tambah kerdil donk..haha..bukan..bukan itu kok yang dimaksud, tapi Rasul Paulus dalam tulisannya kepada Jemaat di Korintus mengingatkan agar mereka yang masih single mencari pasangan yang seimbang (dalam hal ini adalah seiman) karena menurut Paulus, tidak mungkin orang yang percaya Tuhan Yesus dapat bersatu dengan yang tidak percaya dengan Tuhan Yesus (II Kor. 6:14). karena pada dasarnya udah gak satu visi, jadi pasti banyak terjadi cek cok deh, gak bisa dalam satu mobil ada 2 penumpang yang beda arah..jangan bilang harus nganterin satu2?? karna hal tersebut gak akan mudah untuk dilakuin, so jangan lah bermain main dengan api kalau gak mau terbakar dan akhirnya hangus. ^^

Jika kamu berpacaran dengan seseorang yang tidak memiliki hubungan pribadi dengan Kristus, kamu sedang bermain dengan api. Jika kamu jatuh cinta, apa yang akan kamu lakukan? Jangan biarkan kemajuan hubungan ke titik fisik dan kemudian berharap kamu dapat memotongnya kemudian.

2) Pakailah perlengkapan senjata Allah setiap hari.

kamu membutuhkan semua bantuan yang bisa kamu dapatkan di dunia sekarang ini. Apakah kamu menghabiskan waktu bersama Allah? Apakah kamu bergantung pada-Nya untuk memenuhi kebutuhan cinta dan keamanan mu? kamu dapat menahan godaan jika kamu meletakkan seluruh perlengkapan senjata Allah (Efesus 6:10-20).

3) Tempatkan ketaatan di atas gairah.

Tidak semua yang kamu anggap baik adalah benar. Ketika perasaan sayang dan cinta telah merasuki diri kamu maka Roh Kudus yang di dalam hati kamu tidak kamu dengarkan. Oleh karenanya, berkomitmenlah untuk taat kepada Kristus. Tempatkan Dia sebagai pemegang atas hidup mu.

4) Ekspresi fisik harus sesuai dengan hubungan yang sedang kamu jalani.

Sentuhan fisik / keintiman harus sesuai dengan komitmen yang kalian ambil berdua. Ini haruslah dalam konteks hubungan yang berarti, tidak dikurangi untuk kepuasan kebutuhan pribadi.

5) Buatlah Batasan-batasan yang disepakati bersama.

Kedua pasangan harus mengambil tanggung jawab untuk menetapkan batas. Menjaga batas-batas dalam berkencan mencerminkan kedewasaan.

6) Periksa motif pribadi mu.

Apa motivasi mu – kekuasaan dan kontrol, ego memuaskan kamu sendiri, memenuhi kebutuhan egois, atau kasih sayang yang tulus?

7) Apakah lebih banyak hal-hal fisik dan terlalu sedikit bagi lainnya?

Jika dimensi sosial emosional, dan spiritual kamu berdua kurang maka kamu berada di luar keseimbangan. Jika kamu tidak dapat mengontrol diri mu tetapi memiliki hubungan fisik yang dominan maka pikirkan kembali hubungan yang sedang kamu bangun.

8) Lebih baik sedikit.

Jika satu orang merasa tidak nyaman dengan semua jenis ekspresi fisik, maka jangan melakukannya. kamu harus menghargai dan menghormati satu sama lain. Jangan melakukan sesuatu yang membuatnya merasa tidak nyaman.

9) Dipandulah oleh kasih, bukan nafsu.

Kasih adalah buah Roh. Darinya datang kontrol diri. Beroperasilah dalam kasih, bukan nafsu.

10) Biarkan Roh Kudus mengarahkan dan menuntun hidup mu.

Jika kamu merasa bersalah atas perilaku tertentu, berhenti melakukan itu.

Catatan Khusus: Jika kamu seorang remaja, kamu harus menghormati orang tua mu dan dengar-dengarlah akan nasihat mereka (Efesus 6:2-3). kamu harus tunduk pada otoritas orang tua. Janganlah berperilaku aktif secara seksual hanya karena kamu mempunyai kebebasan untuk melakukannya.

gimana?? dah ngerti belom?? apa jangan2 malah ketiduran lagi pas baca?? hehehe…

nah kalau begono selamat mencoba deh..semoga berhasil yah..jangan lupa berdoa minta tuntunan dan hikmat Tuhan..kalau minta tuntunan Tuhan, pasti bakal bisa ngejalaninnya kok ..trust it ^^

salam pemenang!

God bless us always ^^